Langsung ke konten utama

Mengapa Harus Merokok?

https://commons.m.wikimedia.org/wiki/File:No_Smoking_-_American_Cancer_Society%27s_Great_American_Smoke_Out.JPG

Apa yang membuat orang merokok? Timbul sebuah pertanyaan di benakku. 


Mungkin karena seringnya aku dicecar pertanyaan tentang hal tersebut oleh teman atau bahkan saudara ku yang tidak tahu kalau aku tidak merokok. Kok kamu gak ngerokok? 


Ketika aku dihadapkan pertanyaan tersebut aku terdiam sejenak, bingung mau mengatakan apa. Takut kalau nanti malah menyinggung orang tersebut dengan jawabanku. Aku hanya tersenyum dan berkata sesederhana mungkin. Ya, aku memang gak ngerokok. 

Bukan hanya satu atau dua kali saja pertanyaan itu muncul. Bisa dibilang sama hanya pertanyaan akan kapan nikah yang sering dilontarkan setiap kali silaturahmi dikala lebaran tiba. 


Lalu ketika aku dalam keadaan sendirian dan tenang. Tiba-tiba saja kejadian tadi muncul dibenak ku karena seringnya aku dicecar pertanyaan tersebut. Alasan apa yang bisa aku gunakan agar pertanyaan berhenti?


Dan aku pun penasaran. Bagaimana dengan alasan orang-orang tersebut? Apa yang membuat mereka merokok?


Beberapa alasan di dalam kepalaku muncul. Mulai dari alasan gender, kepercayaan diri, sosial, coba-coba, dan banyak lagi. Sehingga timbullah sebuah percakapan di kepalaku.


Jika mereka beralasan karena mereka merokok karena mereka laki-laki, ada perempuan di luar sana yang juga merokok. Bahkan, Transpuan yang ada di jembatan Mberok pun merokok. Tidak usah di era sekarang pun. Namun, diawal tahun 1920an perusahan tembakau mulai menargetkan wanita sebagai konsumen mereka. Meskipun setelahnya banyak juga yang melakukan kampanye menolak wanita merokok. 


Jika alasan mereka adalah diajak teman, ikut-ikutan, atau agar fit-in dalam kelompok sosial maka bagi saya saya tidak akan mau, dan sekalipun saya tidak diterima dalam kelompok pertemanan, toh masih banyak kok orang yang bisa kita jadikan sebagai circle pertemanan. Untuk ikut-ikutan, atau coba-coba. Jujur saya tidak ada ketertarikan untuk mencoba rokok.


Ada beberapa teman yang menjawab jika toko membuat mereka merasa tenang, menghilangkan stress dan pikiran. Bagi saya, saya punya cara lain untuk menghilangkan hal tersebut. Selepas penat bekerja, langsung pulang mandi dengan air hangat, pesan makan enak lewat ojol sambil maraton series favorit di Netflix


Perlu digarisbawahi, bahwa setiap orang memiliki kesenangan, hobi, makan favorit mereka. Tidak semua orang sama. Ada orang yang dengan merokok stress mereka hilang. Ada yang dengan belanja barang-barang ber-merk bisa mengobati penat mereka. Itulah sebabnya saya merasa sedikit terusik ketika pilihan untuk tidak merokok saya terusik. Merokok adalah pilihan dan untuk tidak merokok adalah pilihan juga. Jadi, itu bukanlah suatu hal aneh yang harus kalian heran dan pertanyaan. Cukuplah dengan jawaban, saya memang tidak tertarik untuk tidak merokok seharusnya bisa menjawab pertanyaan akan. Kok kamu gak ngerokok, Napa?



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lebaran 2021

Sebelumnya saya terlebih dulu ingin mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri. Selamat atas puasa penuh selama sebulan, semoga amal kita di terima di sisi Allah SWT. Amin. Tahun ini adalah tahun ke dua dimana merayakan lebaran masih di tengah suasana pandemi Covid. Bahkan dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun ini pelarangan untuk tidak mudik lebih diperketat. Penjagaan di beberapa titik perbatasan di daerah-daerah di Indonesia dilakukan untuk mencegah para pemudik dan mereka dihimbau untuk putar balik.  Banyak saudara-saudara kita yang tidak bisa melepas rindu dengan keluarga di kampung halaman. Karena sudah dua kali ini mudik dilarang. Alhamdulillah ada beberapa pemudik yang masih bisa melakukan mudik dan bertemu dengan keluarganya di kampung.  Bahkan di kampung saya pun, yang biasanya ada acara arak-arakan mobil hias setiap malam takbirnya juga tidak ada karena berpotensi menciptakan kerumunan. Setidaknya kita masih lebih mending dibanding dengan mereka...

Awalmula Perkenalkan ku Dengan Buku

Sumber :  https://pixabay.com/images/id-1052014 / Hutan Misterius adalah buku novel pertama yang saya baca karenanya saya jadi suka membaca hingga saat ini. Semua berawal ketika aku masih kelas satu SMP.  Aku bukanlah tipe anak yang suka bergaul dengan banyak orang apalagi kumpul dengan orang-orang yang baru aku kenal. Belum bayak orang yang aku kenal dekat saat itu bahkan ketika sudah mau memasuki semester ke dua pun aku belum begitu akrab dengan teman-teman sekelasku. Hal yang biasa aku lakukan ketika istirahat tiba adalah beli makan di kantin dan memakannyadi dam kelas. Ketika itu aku ingat aku sedang makan nasi goreng bungkus lalu seseorang memanggil ku dari sebrang kelas, ternyata dia teman perempuanku. Dia berjalan menghampiriku. Dan berkata ingin meminjam kartu perpustakaan milikku. Dia ingin meminjam buku di perpustakaan dan lupa membawa alhasil dia ingin meminjam kartu milikku. Aku bilang tidak, aku pun meminjamkan padanya dengan syarat kalau ada apa-apa dengna buku y...

It's Me

    Namaku adalah Ismail Marzuqi. Sebenarnya aku menggunakan nama itu hanya ketika berada di dunia maya saja. Aku hanya perlu mengubah huruf "k" menjadi huruf "q" agar terlihat unik saja. Dan aku langsung menyukainya. Hingga akhirnya aku gunakan di banyak akun sosial mediaku di internet.  Meskipun aku bukan seorang vegetarian 100%. Namun, aku sangat tertarik sekali masuk kedalam sekte Vegetarianism . Aku mendapatinya menarik karena aku adalah pribadi yang sangat menyukai makan sayur. Meskipun ada beberapa sayur yang juga aku tidak suka seperti kacang panjang, buncis, wortel, dan tomat. Untuk wortel dan tomat aku masih memaksakannya untuk makan. Sementara untuk sisanya aku tidak akan makan. Sementara untuk sayuran yang lain aku tidak ada masalah.  Aku adalah seorang lactose intolerant . Perutku akan mengalami masalah seperti kentut berlebihan dan mulas jika aku minum susu sapi. Semetara untuk produk olahan susu aku masih bisa mentolerirnya seperti es krim, keju, ...