Langsung ke konten utama

Bekerja di Neraka - Pengalaman Horor di Kantor

 Ini adalah salah satu pengalaman horor yang terjadi di sebuah kantor swasta di Ibukota. 


“Niko sedang menatap layar komputernya dengan tegang. Matanya melotot, dan kepalanya pun migran. Tangannya setengah meremas tetikus yang Ia genggam. Dirinya ingin sekali bergerak dan lari. Namun, tubuhnya kaku.”


Niko adalah satu diantara sekian banyak karyawan atau pekerja di luar sana yang juga berada di Lingkungan Kerja Toxic. Hampir setiap hari dia berangkat kerja, dan hanya libur di hari Minggu saja. Overtime yang sering Ia lakukan tanpa adanya insentif tambahan dari atasan. Kerja ekstra diluar job desk-Nya. Belum lagi hal-hal lain yang sering atasannya lakukan. Sedikit kesalahan yang mendapat murka atasannya, tapi ketika melakukan hal yang bagus tak ada yg namanya reward


Resign adalah jalan terbaik yang bisa dilakukan jika ada beberapa opsi yang dimiliki atau jika Kita memiliki cadangan. Namun, jika tidak tentunya Kita akan berpikir dua kali untuk melakukannya. 

Bagi Kita hal yang bisa Kita lakukan untuk saat ini adalah dengan menjauh sejenak dari lingkungan kerja tersebut. Makan di luar kantor saat jam makan siang, bisa membuat kita teralihkan akan masalah yang baru saja Kita hadapi di kantor. 

Meminimalkan berinteraksi dengan orang-orang yang beracun, juga bisa Kita lakukan untuk tidak menambahkan beban pikiran Kita dan menjadikan Kita stress karena hal yang pasti dilakukannya.

Kita juga bisa melakukan kegiatan yang membuat Kita senang selepas bekerja. Bisa dengan makan ketempat yang Kita suka, main gim, menikmati suasana outdoor. Cobalah dengan pergi ke taman kota di malam hari. Atau pergi ke kota bagian atas. Kita bisa menikmati suasana malam dengan udara sejuk dan melihat gemerlap lampu kota dari atas. Atau bisa pergi ke pantai sambil menikmati suasana senja yang baru dimulai. 


Sambil melakukan hal tersebut perlahan Kita juga sambil menyiapkan bekal untuk kita resign dari tempat Kita bekerja. Sehingga ketika saatnya tiba. Kita bisa lepas dari belenggu yang selama ini mengikat Kita. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lebaran 2021

Sebelumnya saya terlebih dulu ingin mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri. Selamat atas puasa penuh selama sebulan, semoga amal kita di terima di sisi Allah SWT. Amin. Tahun ini adalah tahun ke dua dimana merayakan lebaran masih di tengah suasana pandemi Covid. Bahkan dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun ini pelarangan untuk tidak mudik lebih diperketat. Penjagaan di beberapa titik perbatasan di daerah-daerah di Indonesia dilakukan untuk mencegah para pemudik dan mereka dihimbau untuk putar balik.  Banyak saudara-saudara kita yang tidak bisa melepas rindu dengan keluarga di kampung halaman. Karena sudah dua kali ini mudik dilarang. Alhamdulillah ada beberapa pemudik yang masih bisa melakukan mudik dan bertemu dengan keluarganya di kampung.  Bahkan di kampung saya pun, yang biasanya ada acara arak-arakan mobil hias setiap malam takbirnya juga tidak ada karena berpotensi menciptakan kerumunan. Setidaknya kita masih lebih mending dibanding dengan mereka...

Pentingnya Tabayyun

https://pin.it/Kg7jQ8v Ibnu Hajar Asqalani , ulama dan pakar hadits, dalam kitab " Fathul Barri ", Beliau berkata umur umat Islam sampai 1476 H. Sementara Imam As-Syuyuthi mengatakan umur umat Islam sampai 1477 H. Dan Ibnu Hajar Hambali menulis, umur umat Islam lebih dari 1400 H namun tidak sampai 1500 H. "Prediksi tersebut dikatakan diambil dari sebuah hadis, yang menurut beberapa orang yang diyakini keshahihannya. Tetapi, justru ahli hadis sendiri menentang kebenaran hadis yang jadi pegangan mereka. Para ahli hadis bahkan sampai mengatakan bahwa hadis-hadis yang digunakan dalam kitab tertentu adalah hadis palsu dan batil. 100% tidak bisa dijadikan dasar dalam urusan agama." Imam Ibnu Jarir At-Thabari (wafat 310 H) rahimahullah. Beliau menggali berbagai dalil –sekalipun dhaif– dan menyimpulkan bahwa kehancuran dunia setelah 500 tahun setelah kenabian. (Mukadimah Ibnu Khaldun, hlm. 449 ). Jalaluddin As-Suyuthi (wafat 911 H) rahimahullah. Beliau menulis satu kump...