Langsung ke konten utama

"Dasar sok Inggris!"


Oleh Ismail Marzuki

Sunday, April 15, 2018


Sumber : https://goo.gl/images/heA4Vq


Kecaman
Banyak diantara kita pasti pernah mengalami, dimana ketika kita menggunakan bahasa Inggris entah dalam percakapan sehari-hari, menulis obrolan dengan teman atau grup, mendapatkan sebuah sindiran. 'Dasar sok Inggris’,'gak nasionalisme’,'gak cinta bahasa Indonesia’,'minggat aja lu dari Indonesia’ dan masih banyak lagi yang serupa. Bagi yang sudah terbiasa dengan hal itu atau bersikap acuh mungkin menganggap itu hal yang biasa, tapi yang tidak pasti akan tersinggung.

Bahasa Universal…
Bahasa Inggris adalah bahasa universal, memang kita tidak boleh juga lupa dengan bahasa Ibu dan bahasa negara kita sendiri, tapi itu juga tidak membuat untuk tidak mempelajari bahasa asing.
Banyak dari informasi diluar sana yang tersaji dalam bahasa Inggris. Contohnya saja jika kita membuka Wikipedia. Cobalah untuk membuka salah satu artikel dalam bahasa Inggris lalu kita bandingkan dalam bahasa Indonesia. Informasi yang tersaji akan lebih lengkap dalam bahasa Inggris.
Bahkan buku-buku yang kita gunakan di sekolah, aplikasi yang kita gunakan di ponsel kita, informasi yang kita baca di  artikel, televisi, dan novel terjemahan yang kita baca dapat tersaji dalam bahasa Indonesia karena ada orang yang mengalihkanya ke dalam bahasa Indonesia.
Lalu bagaimana jika orang-orang seperti mereka tidak ada? Maka cobalah untuk berperilaku bijaksana. Dalam bertutur kata, berkomentar, dan bersikap.Orang-orang yang berkomentar demikian pun belum tentu dirinya bisa baik dan benar dalam bahasa Indonesia.
Ubahlah cara pandang akan hal tersebut. Boleh jika punya pendapat berbeda dan tidak setuju dalam suatu hal. Tapi  juga harus ingat, sampaikan dengan cara santun, dan tidak kasar.

Berlatih...
Saya sendiri masih banyak lagi berlatih dalam bahasa Inggris. Dam tentunya tidak hanya teori saja yang dipelajarai, tapi juga praktek. Jangan malu untuk menerapkannya dalam percakapan sehari-hari, dalam pesan singkat yang kita kirim, atau dalam ruang obrolan di grup kita.
Tak masalah jika kita melakukan kesalahan, atau jika ada teman atau seseorang yang mengkoreksi kita. Karena itu membuat kita belajar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

It's Me

    Namaku adalah Ismail Marzuqi. Sebenarnya aku menggunakan nama itu hanya ketika berada di dunia maya saja. Aku hanya perlu mengubah huruf "k" menjadi huruf "q" agar terlihat unik saja. Dan aku langsung menyukainya. Hingga akhirnya aku gunakan di banyak akun sosial mediaku di internet.  Meskipun aku bukan seorang vegetarian 100%. Namun, aku sangat tertarik sekali masuk kedalam sekte Vegetarianism . Aku mendapatinya menarik karena aku adalah pribadi yang sangat menyukai makan sayur. Meskipun ada beberapa sayur yang juga aku tidak suka seperti kacang panjang, buncis, wortel, dan tomat. Untuk wortel dan tomat aku masih memaksakannya untuk makan. Sementara untuk sisanya aku tidak akan makan. Sementara untuk sayuran yang lain aku tidak ada masalah.  Aku adalah seorang lactose intolerant . Perutku akan mengalami masalah seperti kentut berlebihan dan mulas jika aku minum susu sapi. Semetara untuk produk olahan susu aku masih bisa mentolerirnya seperti es krim, keju, ...

Idul Adha dan Sate yang Menjadi Tradisi.

Hari sabtu itu aku berencana untuk pulang ke desa mengingat hari minggunya adalah Hari Raya Idul Adha . Selain karena itu dua minggu sebelumnya aku juga belum sempat pulang ke desa. Sabtu itu aku berusaha untuk fokus kepada pekerjaan sehingga aku bisa pulang pukul 4 sore. Sekarang ada bus TransJateng rute 9 Penggaron-Godong jadi kalau aku pulang desa bisa naik bus tersebut. Selain berpendingin ruangan, bus tersebut juga bersih dan bebas asap rokok. Meski demikian bus tersebut sangat kurang sekali jumlah kursi serta armada yang tersedia. Karena penumpang bus TransJateng di hari sabtu sore sangat membludak. Banyak penumpang yang harus berdiri dan juga harus menunggu bus berikutnya agar bisa mendapatkan tempat duduk.  Aku saja, harus bela-belain pulang 4 jam sore dan naik Ojol untuk pergi ke Terminal Penggaron agar aku bisa dapat tempat duduk di bus TransJateng . Bayangkan jika aku tidak mendapatkan tempat duduk di dalam bus. Aku pasti harus berdiri lama . Apalagi di daerah Mrangge...

Lebaran 2021

Sebelumnya saya terlebih dulu ingin mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri. Selamat atas puasa penuh selama sebulan, semoga amal kita di terima di sisi Allah SWT. Amin. Tahun ini adalah tahun ke dua dimana merayakan lebaran masih di tengah suasana pandemi Covid. Bahkan dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun ini pelarangan untuk tidak mudik lebih diperketat. Penjagaan di beberapa titik perbatasan di daerah-daerah di Indonesia dilakukan untuk mencegah para pemudik dan mereka dihimbau untuk putar balik.  Banyak saudara-saudara kita yang tidak bisa melepas rindu dengan keluarga di kampung halaman. Karena sudah dua kali ini mudik dilarang. Alhamdulillah ada beberapa pemudik yang masih bisa melakukan mudik dan bertemu dengan keluarganya di kampung.  Bahkan di kampung saya pun, yang biasanya ada acara arak-arakan mobil hias setiap malam takbirnya juga tidak ada karena berpotensi menciptakan kerumunan. Setidaknya kita masih lebih mending dibanding dengan mereka...